Kau, kau yabg disana
Berditi dengan angkuhnya
Melangkah dengan sombongnya
Tanpa melihat akubyang disini
Menanti kau menoleh kearahku
Mengharapkan kau, setidaknya mengukir senyum untukku
Penantian tetaplah penantian
Harapan hanyalah harapan
Tersadar aku dalam renungan
Kau terlalu angkuh, bahkan hanya sekedar menyadari kehadirankupun kau tak mau
Kau terlalu sombong, hingga tak ada seulas senyumpun yang kau torehkan
Keangkuhan dan kesombonganmu
Seakan sudah mendarah daging dalam dirimu
Kusadar tak akan ada harapan
Bahkan penantianpun sudah tak lagi berharga
Sesulit inikah menjadi diriku
Mencintai tanpa dicintai
Memang, cinta tak adil
Cinta tak memihak
Masih bisakah aku bertahan
Mempertahankan rasa, yang bahkan tak pernah kau hiraukan
Semirisinikah menjadi diriku
Cinta, bsgaikan mengukir diatas air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar