Kamis, 23 April 2015

Sahabat

Hai-hai semua....
Gue mw curhat nih. Lagi galau gituh ceritanya. Heheheh...
Eits, tpi gue galau bukan karna cowok loh ya. Gue galau karna sahabat gue yang paling cantik dan paling gue sayang. Namanya **** tpi gue biasa panggil dia fafa.

Menurut kalian apasih arti sahabat itu guys? Menurut gue sahabat itu segalanya. Kalo cinta bisa aja patah, kalau sayang bisa aja terlupakan, dan kalo suka mungkin aja menghilang. Tapi sahabat gak. Dan sekarang saat gue jauh dri sahabat gue tuh rasanya????. Auw, sakit man...

Ok fix, dimata kalian gue kayaknya lebay ya. Hehehe... maklumlah nmanya juga die. Hehehe...
Tapi serius gue kangen banget sama masa-masa persahabatan kita dulu. "Didi kangen fafa, didi mau kita kayak dulu lagi fa. Didi gak mau kayak gini. I ♡ U FAFA"

Jadi sekarang gue mau post puisi tentang sahabat nih. Terutama buat sahabat gue tersayang Fafa.

SAHABAT....

Mungkin bagi mereka kita tak berarti
Mungkin untuk mereka kita bukan apa-apa
Banyak yang bilang kita itu hanya sekedar nama
Hanya sebuah status yang bisa dipakai dan dilepas kapan saja.

Kita memang tidak sama
Karna kita tidak akan pernah sama
Terlalu banyak perbedaan yang menjadi tembok diantara kita
Tapi itulah letak keistimewaan dari kita
Berbeda, namun satu rasa.

Sahabat
Mungkinkah kita akan tetap seperti ini?
Bolehkan aku berharap selamanya perbedaan ini akan jadi bukti yang berarti?
Bisakah kita selalu bersama tanpa ada paksaan?
Dan mampukah kita bertahan hingga takkan pernah terlupakan?.

Kumohon siapapun jawab aku...!
Disaat yang lain tak perduli akan kita, disitulah aku akan selalu mencoba mempertahankannya
Aku tak peduli akan seperti apa
Karna yang aku yakini kita adalah sahabat.

Kumohon siapapun tolong aku...!
Tolong jelaskan apa yang sudah terjadi
Semuanya terlalu cepat
Ya, sangat cepat
Aku bahkan tak mampu berpikir apa yang terjadi
Karna kini yang aku dapati semua telah berubah.

Dulu hanya mereka yang mengganggap kita tak berarti
Dulu hanya mereka yang merasa kita bukan apa-apa
Dulu hanya mereka yang menjadikan kita sekedar nama
Dan dulu hanya mereka yang membuat kita sebagai status seperti sampah.

Tapi kenapa kini kau pun juga begitu?
Bintang apa yang telah aku lakukan?
Hingga bisa-bisanya ia gantikan aku dengan mereka
Bulan kata-kata mana dariku yang membuat ia terluka?
Hingga sanggup ia mengabaikan kehadiranku yang sangat mendambanya

Apakah salah jika aku ingin kita selalu bersama?
Apakah bodoh aku yang selalu berpikir kalau dia adalah segalanya?
Jawab aku langit! Jawab aku matahari!
Jelaskan dimana letak salah dan bodohnya aku!

Aku hanya tak ingin dia terluka
Aku hanya tak mau dia bersedih
Aku menyayanginya
Sangat

SAHABAT
Kau boleh jadikan aku orang terakhir yang kau pikirkan saat kau bahagia
Tapi kumohon....
Tetap jadikan aku orang pertama yang kau butuhkan saat kau bersedih
Kala kau terluka
Jadikanlah aku sandaran itu
Kumohon....

SAHABAT
Jangan bunuh aku perlahan dengan sikap acuhmu terhadapku
Jangan jadkan aku orang bodoh karna ketidak tahuan ini
Maafkan bila aku telah membuatmu terluka
Ampuni aku jika akulah penyebab semua hancurnya persahabatan ini
Hanya kaulah yang aku inginkan untuk menemani hidupku

Hanya kau
Sahabat swjatiku



Heheh... mudah-mudahan puisi ya bagus ya guys. Puisi ini curahan hati gue buat sahabat gue fafa. Miss you so bad. Love you. Muach...

Mengenangmu dan kebodohanku

Mengenangmu dan kebodohanku

Aku....
Akh terdiam dalam kesendirian
Termenung dalam keterpakuan
Terbius dalam keterdiaman
Hanya terpaku bagai patung
Berdiri tanpa nyawa
Saat bayangmu melesat
Hilang entah kemana

Aku....
Aku yang lemah
Aku yang bodoh
Dan aku yang tidak peka
Diriku yang terlalu terbuai dengan kefanaan
Hingga melupakan dirimu yangbhadir disisi
Dirimu yang selalu ada
Dan dirimu yang sangat berarti

Aku....
Yang kini hanya bisa pasrah
Meringkuk dalam sepi
Bergelung, dibalik selimut ketakutan

Masih tergambar dengan jelas
Senyum diwajah itu
Tatapan tegas namun tefuh dalam sorot mata itu
Dan berbagai ekspresi yang selalu berubah seiring dengan tingkah lakuku

Akan selalu terkenang
Takkan pernah kulupakan
Alunan suara itu
Deraian tawa iti

Akh rindu hadirmu
Aku butuh dirimu
Pangeranku, pahlawanku, bintangku
Kau cahayaku, nafasku, hidupku
Kau tetap dihatiku
Tak tergantikan, meskipun waktu memakan hidupmu.